Department of Biology

Faculty of Mathematics and Natural Sciences

Rapat Singkronisasi, Monitoring dan Evaluasi Cagar Biosfer Bromo Tengger Semeru Arjuno, Bakorwil Malang 23 Maret 2016

10 - 01 - 2015 admin Headline

3fdbbf75-8cd9-420c-838a-24b9097bf1a51Sejak ditetapkan pada Juni 2015, Cagar Biosfer Bromo Tengger Semeru Arjuno masih menghadapi kendala koordinasi antar pihak yang belu optimal dalam menjalankan mandat cagar biosfer.  Kondisi tersebut salah s atunya mendorong Bakorwil  Malang melakukan Rapat Singkronisasi, Monitoring dan Evaluasi  Cagar Biosfer Bromo Tengger Semeru Arjuno,di  Malang pada tanggal 23 Maret 2016. Kegiatan ini bertujuan mendukung pelaksaan implementasi cagar biofer bagi kesejahteraan masyarakat di Jawa Timur.

Dalam sosialisasi tersebut, Dr. Luchman Hakim sebagai salah satu nara sumber sosialisasi menyatakan peran penting cagar biosfer bagi pembangunan berkelanjutan, khususnya di Jawa Timur. Pengelolaan konservasi melalui cagar biosfer diharapkan dapat menajdi model pembangunan berkelanjutan kawasan. Oleh sebab itu, keberadaan cagar biosfer harus didukung oleh seluruh masyarakat di Jawa Timur. Hal ini sangat relevan, terutama karena Propinsi Jawa Timur mengalami berbagai masalah seperti Kemiskinan masyarakat, terutama komunitas perdesaan, Hilangnya nilai-nilia lokal, kearifan dalam pemanfaatan SDA, Hilangnya keanekaragaman hayati dan degradasi ekosistem , Konflik kawasan konservasi dan masyarakat disekitarnya, Konflik pembangunan dan konservasi , Konflik masyarakat dan sektor industri  dan Ketidakcukupan sanitasi, pendidikan, kesetaraan gender dalam pembangunan perdesaan yang menjadi permasalahan dan isu-isu penting pembangunan di Jawa Timur.

Dalam kontek pengembangan ekonomi kerakyatan, Dr. Luchman Hakim mengungkapkan bahwa peran cagar bisofer dalam branding produk sangat penting, terutama dalam memperkenalkan produk-produk yang dihasilkan dari cagar biofer agar dikenal secara luas oleh masyarakat dunia. Di area Cagar Biosfer Bromo Tengger Semeru Arjuno, terdapat berbagai komoditas pertanian potensial yang dapat dijual dengan branding cagar biosfer, seperti kopi, coklat, padi, buah-buahan dan lainnya. Untuk itu, perlu dilakukan sosialisasi dan pembinaan kepada masyarakat agar menghasilkan produk-produk sesuai dengan prinisp pembangunan berkelanjutan.