Ditulis pada tanggal 25 September 2017, oleh admin, pada kategori Head News

WhatsApp Image 2017-09-20 at 22.24.29Pada hari Selasa (19/9/17) kemarin, Jurusan Biologi kedatangan salah satu alumni untuk mengisi kuliah tamu,¬†Kholis Fahri (Alumni Jurusan Fisika FMIPA UB). Kuliah tamu tersebut diisi dengan Forum diskusi dan Sharing tentang “Persiapan Menghadapi Dunia – Trik-Trik Menjadi Job Seekers” untuk semua mahasiswa S1 baik dari Jurusan Biologi, Fisika, Kimia, Matematika maupun Statistika. Acara kuliah tamu tersebut dilaksanakan pada pukul 15.00 – 17.00 WIB di gedung MIPA CENTER Lantai 1.

Kholis Fahri menyampaikan bagaimana seorang alumni FMIPA-UB harus siap terjun ke dunia kerja dengan cara sejak mahasiswa banyak menjalin pertemanan dengan siapa saja. Beliau juga bercerita pengalamannya berkawan dengan staf tendik yang dulunya bekerja di bagian workshop dan banyak sekali mendapatkan pengalaman dan ilmu yang justru diperlukan ketika memasuki dunia kerja, sementara keahlian tersebut tidak didapatkan ketika kuliah reguler.

Jadi dengan adanya acara tersebut mahasiswa diharapkan dapat bergaul dan berorganisasi dengan teman sebanyak-banyaknya, tidak hanya dengan satu jurusan tapi dengan fakultas lain. Hal ini sangat diperlukan ketika nanti akan menjalin networking dalam dunia usaha. Hal kedua yang sangat digarisbawahi menurut beliau adalah gesture tubuh ketika berhadapan dengan orang lain akan sangat menentukan penilaian orang yang diajak komunikasi tersebut. Gesture orang yang terbiasa bersikap sopan akan nampak saat kita berbicara dengan orang lain. Gesture tubuh ini tidak terbentuk serta merta melainkan perlu dilatih sejak masih menjadi mahasiswa. Hal penting lainnya adalah menjalin komunikasi (make a conversation) dengan banyak teman. Kalau saat masih kuliah sering melakukan kegiatan berbasis team work maka ketika di dunia kerja akan “terpampang nyata”. Beliau juga menambahkan “ketika kita sedang berbincang dengan seseorang maka mata kita saling melihat, bukan menundukkan kepala, sebab hal ini menunjukkan kalau kita tidak percaya diri”.